« Mon 17 Mar - Sun 23 Mar | HomePage | Mon 16 Jun - Sun 22 Jun »

15/04/2008

Ujian SIM A Jakarta

Membaca beberapa berita mengenai pemutihan SIM di Jakarta awalnya membuat saya berpikir, seberapa susah sih membuat SIM A di Jakarta?

Jadi, setelah beberapa bulan mengemudi tanpa SIM saya bepikir β€œit’s time to have one.”

Jadi saya pergi ke UI dan melihat jadwal SIM kolektif. Ternyata SIM kolektif itu sudah tidak ada. Yang ada SIM dari Sekolah Mengemudi dan tetap harus melalui ujian.

Sabtu lalu, saya pergi ke Samsat di Kalideres dan benar-benar mengikuti ujian untuk membuat SIM. Ujian teori tidak terlalu sulit. Ujian langsung di komputer. Soalnya 30.
Ada beberapa rambu yang memang jarang terlihat di jalanan. Selain itu soal2 umum mengenai lalu lintas. Soalnya memang banyak jebakan. Kalau tidak berhati-hati bisa salah menjawab. Tapi saya pikir ini hanya soal logika.

Setelah selesai menjawab soal ke 30, hasil langsung keluar di monitor. Untuk bisa lulus harus bisa menjawab dengan benar minimal 12 soal. Dan saya lulus. Dari delapan orang teman yang berangkat bersama dari UI, 6 diantaranya tidak lulus ujian teori.

Setelah itu langsung menuju ke tempat praktek. Kendaraan yang digunakan adalah Kijang kapsul yang sepertinya memerlukan servis karena suaranya menggerung dan kasar sekali. Selain itu juga ada Kijang Pick-Up. Saya menggunakan Avanza dari Sekolah Mobil di mana saya mendaftar untuk SIM. (Thanks God).

Ketika ujian praktek, salah seorang peserta mengalami kesulitan dengan Kijang yang digunakan. Kijang itu mudah sekali mati bila gasnya tidak ditekan, bahkan bila kopling diinjak penuh. Artinya, mobil yang digunakan memang tak layak untuk dikemudikan.

Tapi mungkin logikanya seperti ini : seorang yang bisa menggunakan mobil yang rusak pastilah seorang pengemudi yang handal yang memang layak memperoleh SIM. 

Dibandingkan dengan ujian praktek motor, ujian praktek mobil tidak ada apa-apanya. Saya rasa mungkin karena keterbatasan waktu, maka tidak semua point yang seharusnya diuji dilakukan. Saya hanya diminta berkeliling, belok (dengan permintaan mendadak), jalan lurus .... benar-benar tidak ada tantangan apa pun. Saya rasa seorang pengemudi yang baru belajar pun bisa melakukannya.

Lepas dari sini, kemudian menanti di depan loket-loket untuk foto. Dipanggil ke loket sembilan untuk mengambil berkas lalu menuju tempat foto dan sidik jari. Setelah foto, tidak sampai lima menit, SIM sudah keluar. Semudah itu ...

03:08 Posted in Blog | Permalink | Comments (0) | Email this